Selasa, 07 Desember 2010

STRUKTUR ANATOMI JANTUNG

STRUKTUR ANATOMI JANTUNG

Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada diantara kedua paru.Terdapat selaput yang mengitari jantung yang disebut perikardium, terdiri dari dua lapisan:
- Perikardium parietalis : lapisan luar melekat pada tulang dada dan paru
- Perikardium viseralis : lapisan permukaan jantung/ epikardium
Diantara kedua lapisan ini terdapat cairan perikardium.

STRUKTUR JANTUNG
Dinding jantung terdiri dari 3lapisan :
1. Lapisan luar (epikardium)
2. Lapisan tengah (Miokardium)
3. Lapisan dalam (endokardium)


Daerah dipertengahan dada diantara kedua paru disebut sebagai media stinum. Sebagai besar rongga media stinum ditempati ooleh jantung, yang terbungkus dalam kantung fibrosa tipis yang disebut pericardium.
Pericardium melindungi permukaan jantung agar dapat berfungsi dengan baik. Ruangan antara permukaan jantung dan lapisan dalam pericardium berisi sejumlah kecil cairan, yang melumasi permukaan dan mengurangi gesekan selama kontraksi otot jantung.
Kamar jantung. Sisi kanan dan kiri jantung, masing-masing tersusun atas dua kamar, atrium ( jamak= atria) dan ventrikel.
Dinding yang memisahkan kamar kanan dan kiri disebut septum. Ventrikel adalah kamar yang menyemburkan darah ke arteri. Fungsi atrium adalah menampung darah yang dating dari vena dan bertindak sebagai tempat penimbunan sementara sebelum darah kemudian dikosongkan ke ventrikel.

Perbedaan ketebalan dinding atrium dan ventrikel berhubungan dengan beban kerja yang diperlukan oleh tiap kamar. Dinding atrium lebih tipis daripada dinding ventrikel. Karena rendahnya tekanan yang ditimbulkan oleh atrium untuk menahan darah dan kemudian menyalurkannya ke ventrikel. Karena ventrikel kiri mempunyai beban kerja yang lebih berat diantara dua kamar, maka tebalnya sekitar 2- ½ inchi lebih tebal disbanding dinding ventrikel kanan.
Ventrikel kiri menyemburkan darah melawan tahanan sistemik yang tinggi sementara ventrikel kanan melawan tekanan rendah pembuluh darah baru.
Karena posisi jantung agak memutar dalam rongga dada, maka ventrikel kanan terletak lebih ke anteriol (tepat dibawah sternum) dan ventrikel kiri terletak lebih ke posterior. Ventrikel kiri bertanggung jawab atas terjadinya denyut apeks / titik pukulan maksimum (PMI), yang normalnya teraba digaris mid clavicularis dinding dada pada rongga dada intercosta ke 5.
Katup jantung, katup jantung memungkinkan darah mengalir hanya kesatu arah dalam jantung. Katup, yang tersusun atas bilah-bilah jaringan fibrosa, membuka dan menutup secara pasif sebagai respon terhadap perubahan tekanan dan aliran darah. Ada dua jenis : atrio ventrikularis dan semilunaris.
Katup atrioventrikularis. Katup yang memisahkan atrium dan ventrikel disebut sebagai katup atrioventrikularis. Katup trikuspidalis, dinamakan demikian karena terususun atas tiga puspis / daun, memisahkan atrium kanan dan ventrikel kanan. Katup mitral / bikuspidalis (dua kuspis) terletak diantara atrium dan ventrikel kiri.
Normalnya, ketika ventrikel berkontraksi, tekanan ventrikel akan mendorong daun-daun katup atrioventrikularis keatas ke atas rongga atrium. Jika terdapat tekanan cukup kuat untuk mendesak katup, darah akan disemburkan ke belakang dari ventrike ke atrium. Otot papilaris dan korda tendinea bertanggung jawab menjaga aliran darah tetap menuju ke satu arah melalui katup atrioventrikularis. Otot papilaris adalah bundle otot yang terletak disisi dinding ventrikel. Korda tendinea adalah pita fibrosa yang memnjang dari otot papilaris ke tepi bilah katup, berfungsi menarik tepi bebas katup ke dinding ventrikel. Kontraksi otot papilaris mengakibatkan korda tendinea menjadi tegang. Hal ini menjaga daun katup menutup selama sistolik, mencegah aliran balik darah. Otot papilaris dan korda tendinea hanya terdapat pada katup mitral dan trikuspidalis dan tidak terdapat di katup semilunaris.
Katup semilunaris. Katup semilunaris terletak diantara tiap ventrikel dan arteri yang bersangkutan. Katup antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis disebut katup pulmonalis; katup antara ventrikel kiri dan aorta dinamakan katup aorta. Katup semilunaris normalnya tersusun atas tiga puspis, yang berfungsi yang baik tanpa otot papilaris dan korda tendinea. Tidak terdapat katup antara vena-vena besar dan atrium.
Arteri koronaria. Arteri koronaria adalah pembuluh yang menyuplai otot jantung, yang mempunyai kebutuhan metabolism tinggi terhadap oksigen dan nutrisi. Jantung menggunakan 70%-80% oksigen yang dihantarkan melalui arteri koronaria; sebagai perbandingan, organ lain hanya menggunakan rata-rata seperempat oksigen yang dihantarkan. Arteri koronaria muncul dari aorta dekat hulunya di ventrikel kiri. Dinding sisi kiri jantung disuplai dengan bagian yang lebih banyak melalui arteri koronaria utama kiri. Yang kemudian tepe descendenscah menjadi dua cabang besar ke bawah (arteri descendes arterior sinistra) dan melintang (arteri sirkum fleksa) sisi kiri jantung kiri. Jantung kanan dipasok seperti itu pula dari arteri koronaria dekstra. Tidak seperti arteri lain, arteri koronaria diperpusi selama diastolic.
Otot jantung. Jaringan otot khusus yang menyusun dinding jantung dinamakan otot jantung. Secara mikroskopis, otot jantung mirip otot serat lurik (skelet), yang berada di bawah control kesadaran. Namun secara fungsional,otot jantung menyerupai otot polos karna sifatnya volunteer.
Serat otot jantung tersusun secara interkoneksi (disebut sinsitium) sehingga dapat berkontraksi dan berelaksasi secara terkoordinasi. Pola urutan kontraksi dan relaksasi tiap-tiap serabut otot akan memastikan kelakuan ritmik otot jantung sebagai satu keseluruhan dan memungkinnya berfungsi sebagai pompa. Otot jantung itu sendiri dinamakan miokardium. Lapisan dalam miokardium, yang berhubungan langsung dengan arah dinamakan endokardium,dan lapisan sel dibagian luar dinamakan epikardium.


FISIOLOGI JANTUNG
Aktifitas listrik jantung terjadi akibat ion (partikel bermuatan seperti natrium,kalium dan kalsium) bergerak menembus membran sel. Perbedaan muatan listrik yang tercatat dalam sebuah sel mengakibatkan apa yang dinamakan potensial aksi jantung.
Pada keadaan istirahat,otot jantung terdapat dalam keadaan terpolarisasi,artinya terdapat perbedaan muatan listrik antara bagian dalam membrane yang bermuatan negative dan bagian luar yang bermuatan positif. Siklus jantung bermula dalam saat dilepaskannya impuls listrik, mulailah fase depolarisasi. Permeabilitas membrane sel berubah dan ion bergerak melintasinya. Dengan bergeraknya ion kedalam sel,maka bagian dalam sel akan menjadi positif. Kontraksi otot terjadi setelah depolarisasi. Sel otot jantung normalnya akan mengalami depolarisasi ketika sel-sel tetangganya mengalami depolarisasi(meskipun dapat juga terdepolarisasi akibat stimulasi listrik eksternal).
Depolarisasi sebuah sel system hantaran khusus yang memadai akan mengakibatkan depolarisi dan kontraksi seluruh miokardium. Repolarisasi terjadi saat sel kembali ke keadaan dasar(menjadi lebih negative),dan sesuai dengan relaksasi otot miokardium.
Setelah influx natrium cepat,kedalam sel selama depolarisasi,permeabilitas membrane sel terhadap kalsium akan berubah,sehingga memungkinkan ambilan kalsium kedalam sel.influks kalsium,yang etrjadi selama fase plateau repolarisasi,jauh lebih lambat di banding natrium dan berlangsung lebih lama. Interaksi antara perubahan voltase membran dan kontraksi otot dinamakan kopling eletromechanical.
Otot jantung,tidak seperti otot lurik atau otot polos,mempunyai periode refratori yang panjang,pada saat sel tidak dapat distimulasi untuk berkontraksi. Hal tersebut melindungi jantung dari kontraksi berkepanjangan(tetani),yang dapat mengakibatkan henti jantung mendadak.
Kopling elektro mekannikal dan kontraksi jantung yang normal tergantung pada komposisi cairan intersisial sekitar otot jantung. Komposisi cairan tersebut pada gilirannya tergantung pada komposisi darah. Maka perubaqhan kosentrasi kalsium dapat mempengaruhi kontraksi serabut otot jantung. Perubahan konsentrasi kalium darah juga penting,karna kalium mempengaruhi voltase listrik normal sel.












Berikut adalah penjelasan dari struktur anatomi jantung :



1. Right coronary
2. Left Anterior Descending
3. Left Circumflex
4. Superior Vena Cava
5. Inferior Vena Cava
6. Aorta
7. Pulmonary Artery
8. Pulmonary Vein
9. Right Atrium
10. Right Ventricle
11. Left Atrium
12. Left Ventricle
13. Papillary Muscles
14. Chordae Tendineae
15. Tricuspid Valve
16. Mitral Valve
17. Pulmonary Valve
18. Aortic Valve (Not pictured)
1. Arteri Koroner
Karena Jantung adalah terutama terdiri dari jaringan otot jantung yang terus menerus kontrak dan rileks, ia harus memiliki pasokan oksigen yang konstan dan nutrisi. Arteri koroner adalah jaringan pembuluh darah yang membawa oksigen dan darah kaya nutrisi ke jaringan otot jantung.
Darah meninggalkan ventrikel kiri keluar melalui aorta, yang arteri utama tubuh. Dua arteri koroner, disebut sebagai “Kiri” dan “kanan” arteri koroner, muncul dari awalaorta, di dekat bagian atas jantung.
Segmen awal dari arteri koroner kiri disebut koroner utama kiri. Ini pembuluh darah adalah sekitar lebar dari jerami soda dan kurang dari satu inci panjang. Ini cabang-cabang menjadi dua arteri sedikit lebih kecil: anterior kiri turun arteri koroner dan arteri koroner kiri sirkumfleksa. Anterior kiri arteri koroner menurun tertanam di permukaan sisi depan jantung. Kiri lingkaran arteri koroner sirkumfleksa sekitar sisi kiri jantung dan tertanam di permukaan bagian belakang jantung.
Sama seperti cabang pohon, cabang arteri koroner ke dalam kapal semakin kecil. Kapal yang lebih besar perjalanan sepanjang permukaan hati, namun cabang-cabang yang lebih kecil menembus otot jantung. Cabang terkecil, kapiler disebut, sangat sempit bahwa sel darah merah harus perjalanan dalam file tunggal. Dalam kapiler, sel-sel darah merah menyediakan oksigen dan nutrisi ke jaringan otot jantung dan ikatan dengan karbon dioksida dan produk sampah metabolik, membawa mereka pergi dari hati untuk pembuangan melalui paru-paru, ginjal dan hati.
Ketika plak kolesterol berakumulasi sampai titik memblokir aliran darah melalui arteri koroner, otot jantung jaringan diberi makan oleh arteri koroner melewati titik penyumbatan adalah kekurangan oksigen dan nutrisi. Daerah ini jaringan otot jantung berhenti berfungsi dengan baik. Kondisi ketika arteri koroner menjadi tersumbat menyebabkan kerusakan pada otot jantung melayani jaringan disebut infark miokard atau serangan jantung.
2. Superior Vena Cava
Vena kava superior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa darah de-oksigen dari tubuh ke jantung. Vena dari kepala dan tubuh bagian atas umpan ke v. kava superior, yang bermuara di atrium kanan jantung.
3. Inferior Vena Cava
Vena kava inferior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa darah de-oksigen dari tubuh ke jantung. Vena dari kaki dan umpan dada rendah ke v. kava inferior, yang bermuara di atrium kanan jantung.
4. Aorta
Aorta adalah pembuluh darah tunggal terbesar di tubuh. Ini adalah kira-kira diameter ibu jari Anda. kapal ini membawa darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri ke berbagai bagian tubuh.
5. Pulmonary Artery
Arteri paru adalah pembuluh darah transportasi de-oksigen dari ventrikel kanan ke paru-paru. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua arteri membawa darah yang kaya oksigen. Hal ini lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh arteri yang membawa darah dari jantung.
6. Pulmonary Vein
Vena paru adalah pembuluh darah mengangkut oksigen yang kaya dari paru ke atrium kiri. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua urat membawa darah de-oksigen. Hal ini lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh vena yang membawa darah ke jantung.
7. Atrium Kanan
Atrium kanan menerima darah de-oksigen dari tubuh melalui vena kava superior (kepala dan tubuh bagian atas) dan inferior vena kava (kaki dan dada lebih rendah). Simpul sinoatrial mengirimkan impuls yang menyebabkan jaringan otot jantung dari atrium berkontraksi dengan cara yang terkoordinasi seperti gelombang. Katup trikuspid yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan, akan terbuka untuk membiarkan darah de-oksigen dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan.
8. Ventrikel Kanan
Ventrikel kanan menerima darah de-oksigen sebagai kontrak atrium kanan. Katup paru menuju ke arteri paru tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh, mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kanan, menutup katup trikuspid dan katup paru terbuka. Penutupan katup trikuspid mencegah darah dari dukungan ke atrium kanan dan pembukaan katup paru memungkinkan darah mengalir ke arteri pulmonalis menuju paru-paru.
9. Atrium Kiri
Atrium kiri menerima darah beroksigen dari paru-paru melalui vena paru-paru. Sebagai kontraksi dipicu oleh node sinoatrial kemajuan melalui atrium, darah melewati katup mitral ke ventrikel kiri.
10. Ventrikel Kiri
Ventrikel kiri menerima darah yang mengandung oksigen sebagai kontrak atrium kiri. Darah melewati katup mitral ke ventrikel kiri. Katup aorta menuju aorta tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh,mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kiri, menutup katup mitral dan katup aorta terbuka. Penutupan katup mitral mencegah darah dari dukungan ke atrium kiri dan pembukaan katup aorta memungkinkan darah mengalir ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh.
11. Otot Papiler
Otot-otot papiler melampirkan ke bagian bawah dinding bagian dalam ventrikel. Mereka menyambung ke korda tendinea, yang melekat pada katup trikuspid dalam ventrikel kanan dan katup mitral di ventrikel kiri. Kontraksi otot-otot papiler membuka katup-katup ini. Ketika otot papiler santai, katup-katup dekat.
12. Korda tendinea
The korda tendinea adalah tendon yang menghubungkan otot papiler ke katup trikuspid dalam ventrikel kanan dan katup mitral di ventrikel kiri. Sebagai kontrak otot papilaris dan rileks, korda tendinea mengirimkan Kenaikan dan penurunan tegangan ke masing-masing katup, menyebabkan mereka untuk membuka dan menutup. The korda tendinea adalah string seperti dalam penampilan dan kadang-kadang disebut sebagai “jantung string. “.
13. Katup trikuspid
Katup trikuspid yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan. Ini membuka untuk memungkinkan darah de-oksigen dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan. Ini menutup sebagai kontrak ventrikel kanan, mencegah darah dari kembali ke atrium kanan; demikian, memaksanya untuk keluar melalui katup paru ke arteri paru-paru.
14. Mitral Valve
Katup mitral memisahkan atrium kiri dari ventrikel kiri. Ini membuka untuk memungkinkan darah beroksigen dikumpulkan di atrium kiri mengalir ke ventrikel kiri. Ini menutup sebagai kontrak ventrikel kiri, mencegah darah dari kembali ke atrium kiri; demikian, memaksanya untuk keluar melalui katup aorta ke dalam aorta.
15. Pulmonary Valve
Katup paru memisahkan ventrikel kanan dari arteri paru-paru. Sebagai kontrak ventrikel, ini akan membuka untuk membiarkan darah de-oksigen dikumpulkan di ventrikel kanan mengalir ke paru-paru. Ini menutup sebagai ventrikel santai, mencegah darah kembali ke jantung.
16. Katup aorta
Katup aorta memisahkan ventrikel kiri dari aorta. Sebagai kontrak ventrikel, ini akan membuka untuk membiarkan darah beroksigen dikumpulkan di ventrikel kiri mengalir ke seluruh tubuh. Ini menutup sebagai ventrikel santai, mencegah darah kembali ke jantung.

STUKTUR PEMBULUH DARAH
Dinding pembuluh darah besar terdiri dari 3 lapisan; lapisan ,intima,(tunika intima ) dibagian dalam yang tersusun dari selaput tipis sel indotec; lapisan media (tunika media) tebal yany tersusun dari otot polos dan filament elstis yang memberikan sifat elastic ; dan lapisan atpentisia (tunika atpentisia)di bagian luar yang tersusun dari fibroblast dan saraf yang melekat pada jaringan kolagen. Lapisan –lapisan tersebut di pisahkan oleh lamina elastic dalam dan luar pada pembuluh darah besar, atventisia mengandung jalinan pembuluh darah yang di sebut vasa vasorum (pembuluh darahnya pembuluh darah) yang memperdarahi otot polos.Ven-vena memiliki tunika media yang lebih tipis daripada arteri dan mengandung lebih sedikit otot polos.Ketiga lapisan ini mengandung kolagen fibrosa,yang berfungsi sebagai kerangka tempat melekatnya sel-sel.
Sel otot polos vascular merupkan sel memanjang,dengan panjang 15-100 μm,dan cenderung membentuk spiral yang berada disekililing pembuluh;oleh karena itu,lumen pembuluh akan menyempit bila otot polos ini berkontraksi.sel-sel tersebut saling berhubungan melalui gap junction (persambungan celah) yang memungkinkan kopling listrik dan depolarisasi untuk menyebar dari sel ke sel.
Kapliler dan venula terkecil terbentuk dari selapis sel enditel yang bagian luarnya di topan oleh lamina basalis setebal 50 -100 nm yang mengandung kolagen. Permukaan lumen di lapisi oleh jalinan glikoprotein yang di sebut glikokaliks. Terdapat 3 bentuk dasar kapiler , yang berbeda-beda permeabilitasnya . Kapiler kontinu memiliki permealitas yang rendah, karena persambungan antara sel-sel endotel sangat erat dan mencegah difusi melekul lipofobik yang berukuran > 10.000 Da. Kapiler ini di temukan pada kulit, paru, sistem saraf pusat, dan otot.
Kapiler berpori/visceral (fenestrate) memiliki persambungan yang kurang erat dan sel endotel juga memiliki pori sebesar 50-100 nm (fenestra); oleh karena itu kapiler ini lebih permeable. Kapiler jenis ini ditemukan pada tempat dimana terdapat banyak cairan atau zat yang harus berdefusi melintasi dinding, mencakup kelenjar endokrin, glomerulus ginjal, dan vilus intestinal kapiler diskontinu ditemukan di sum-sum tulang, hati, dan limpa, dan memiliki celah yang cukup besar untuk dilewati sel darah merah.
















DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. Bare, Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8, Jakarta:EGC, 2001.
Putz, R. & R. Pabst, Sobotta Atlas Anatomi Manusia Jilid 2 Edisi 22, Jakarta:EGC,2006.

Tidak ada komentar: