Selasa, 07 Desember 2010

KEMASUKAN BENDA ASING


TUGAS KEPERAWATAN ANAK


KEMASUKAN BENDA ASING



DISUSUN OLEH :
NAMA        : RIDWAN ASWAR
NIM            : 908312906105.0198
KELAS        : IIID
PRODI        : S1 KEPERAWATAN




SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AVICENNA KENDARI
T.A 2010/2011
KEMASUKAN BENDA ASING

1.      Benda asing masuk hidung
Anak bisa kemasukan suatu benda ke dalam hidung karena ulahnya sendiri, bisa juga oleh kakak atau temannya yang memasukkan benda tersebut. Bisa jadi hal tersebut lolos dari pengamatan orang tua dan baru ketahuan setelah 2-3 hari. "Karena takut dan merasa bersalah, anak tak mau bilang apa yang dilakukannya,".
Ujung-ujungnya orang tua baru menyadari setelah timbul gejala, seperti keluar cairan yang berdarah, atau lendir seperti pilek dan berbau busuk dari lubang hidung, hidung tampak merah dan bengkak, dan napas anak berbau dan busuk. Bau ini mungkin karena infeksi atau benda yang masuk itu, misalnya kacang tanah, jadi membusuk.
Bila ketahuan anak memasukkan benda kecil seperti biji-bijian, orang tua tidak perlu panik. Bila bendanya masuk terlalu dalam dan sulit dikeluarkan, jangan sembarang menggunakan alat karena bisa timbul luka. Usahakan anak agar tetap bisa bernapas lewat mulut dan segera bawa ke dokter.
Bila benda yang masuk tidak terlalu dalam dan masih bisa terlihat, bisa diambil dengan sebatang kawat berujung tumpul yang dibengkokkan seperti kail. Secara perlahan kail tersebut dimasukkan ke dalam hidung kemudian tarik biji tersebut pelan-pelan keluar. Bisa juga dengan menggunakan pinset. Jika tidak berhasil, segera bawa ke dokter.
Jika benda dapat dikeluarkan dengan mudah tentunya tidak akan menimbulkan akibat lebih jauh. Tapi bisa menjadi gawat jika benda terisap masuk ke paru-paru, jalan napas akan tersumbat dan terjadi sesak napas, tersedak atau suara sengau.
Benda asing yang masuk ke hidung bisa berupa serpihan kertas, busa, krayon, partikel mainan yang kecil, atau lainnya. Biasanya mengakibatkan pilek pada satu sisi hidung, bahkan ada yang sampai mengeluarkan darah. Akan mengeluarkan bau tak sedap bila sampai terjadi infeksi.
Oleh karena itu, bila anak kemasukan benda asing, jangan sekali-kali berusaha mengeluarkannya agar tidak memperparah keadaan. Selain anak jadi kesakitan, daerah di sekitarnya pun akan bengkak sehingga sulit mengeluarkan bendanya.
hidung pun kadang kemasukan benda asing seperti pasir atau lainnya. Bahkan kadang nyamuk pun nyasar masuk ke hidung. Bila ini terjadi, harus diupayakan jangan sampai masuk semakin jauh ke dalam saluran napas.

Cara mengatasi:
a)      Untuk anak yang sudah besar, bila benda asingnya belum begitu dalam masuknya, bisa dicoba mengeluarkan dengan menyuruhnya menarik napas dalam- dalam melalui mulut. Kemudian hembuskan kuat-kuat melalui lubang hidung.
b)      Bila cara tersebut sudah dicoba dan tak membuahkan hasil, sebaiknya ke dokter agar dapat dikeluarkan dengan alat khusus.
c)      Untuk anak yang lebih kecil, tentunya belum bisa sekooperatif kakak nya hingga sebaiknya langsung dibawa ke dokter.


2.      Benda asing masuk telinga
Anak bisa saja memasukkan benda asing ke dalam telinga, seperti manik-manik. "Untuk mengeluarkannya bisa dilakukan dengan korek kuping dengan ujung yang seperti kail. Bila bendanya lunak seperti kacang tanah atau bahan makanan, bisa diteteskan dengan H2O2 (peroksida), supaya bendanya menjadi hancur dan mudah dikeluarkan dengancutton bud.
Ia juga menganjurkan, jangan memiringkan kepala anak lalu menepuk-nepuk telinga sebelahnya dengan harapan benda asing tadi keluar. "Cara ini justru bisa membuat gendang telinga cedera."
Jika yang terjadi telinga anak kemasukan serangga seperti nyamuk atau lalat, teteskanlah minyak atau cutton bud yang diberi minyak, masukkan ke dalam telinga anak. Minyak ini sebagai pelicin dan serangga dapat dengan mudah dikeluarkan. Bisa juga dilakukan dengan meneteskan H2O2 ke dalam lubang telinga. Diamkan beberapa saat dan usai itu, koreklah kuping secara hati-hati. Segera konsultasi dengan dokter bila anak mengeluh nyeri pada telinganya. Bisa jadi sudah terjadi infeksi.
Bila kemasukan benda asing di telinga, tentu saja anak jadi tak bisa mendengar. Namun, biasanya anak tak melaporkan keluhannya sebelum timbul keluhan nyeri akibat infeksi di telinga tersebut. Lama-lama telinganya berbau. Jika hal ini terjadi, orang tua patut mencurigainya sebagai akibat kemasukan benda asing. Jangan menanganinya sendiri karena bisa-bisa benda yang masuk malah melesak ke dalam karena anatomi liang telinga yang berlekuk. Belum lagi di sana banyak terdapat saraf-saraf dan bisa terjadi luka.
Benda yang masuk biasanya hanya bisa dikeluarkan oleh dokter THT dengan menggunakan peralatan dan keahlian khusus.
Aktivitas mandi atau berenang memungkinkan air masuk ke dalam telinga. Akibatnya, telinga seperti berdengung hingga pendengaran pun jadi terganggu. Selain menimbulkan perasaan kurang nyaman, juga bisa mengundang timbulnya infeksi telinga. Terlebih kalau air tersebut mengandung kuman penyakit.
Cara mengatasi:
a)      Siapkan sedikit air matang dan bersih.
b)      Posisi telinga yang kemasukan air menghadap ke atas.
c)      Lalu pancing air di dalam telinga dengan air yang sudah disiapkan.
d)      Segera miringkan kepala ke arah yang berbeda hingga posisi telinga yang kemasukan air menghadap ke bawah agar air ikut terpancing keluar.
e)      Bila dirasakan masih belum semua air keluar, lakukan sekali lagi.
f)       Bila sudah berhasil, segera bersihkan dan keringkan bagian telinga dengan kapas pembersih telinga.
g)      Cara lain, posisikan telinga yang kemasukan air menghadap ke bawah. Lalu lakukan gerakan melompat-lompat di tempat dengan posisi kepala tetap miring sampai air di dalam telinga mengalir keluar.
Cara-cara tersebut disarankan untuk anak yang sudah agak besar dan diperkirakan mampu melakukannya. Bila kedua cara ini tak dapat dilakukan, sebaiknya bawa segera ke dokter untuk dikeluarkan dengan alat khusus. Perlu juga diketahui, infeksi telinga bisa terjadi bila air yang masuk ke dalam telinga mengandung kuman sehingga mengakibatkan peradangan saluran telinga tengah. Gejalanya, sakit pada telinga dan demam selama beberapa hari. Bila terjadi kondisi seperti ini, mau tak mau harus segera dibawa ke dokter.

3.      Benda asing masuk mulut
Biasanya benda yang tertelan ini bentuknya bulat. Tak terlalu bahaya karena akan keluar bersama kotoran. Tapi menjadi bahaya bila benda yang tertelan itu tajam, misalnya duri ikan. Jangan diberi obat pencahar, karena dapat membahayakan usus. Sebaiknya diberi makanan padat seperti bulatan nasi, kentang, singkong atau roti. Bisa juga dengan memberi minum air dalam jumlah banyak.
Saat asyik menyantap ikan, tiba-tiba tulang / duri ikan tersangkut di tenggorokan anak, maka cara untuk mengatasinya :
a)      Berusaha banyak minum.
b)      Atau membatukkannya agar duri itu keluar.
c)      Cara lainnya, telan bulat-bulat gumpalan nasi yang dipadatkan, jangan dikunyah.
d)      Atau makan pisang yang juga langsung ditelan.
e)      Bila cara-cara tersebut ternyata tak dapat mengatasi, segeralah ke dokter untuk menghindari terjadinya pembengkakan pada tenggorokan.


4.      Benda asing masuk tenggorokan
Kemasukan benda ke dalam mulut bisa menyumbat jalan napas anak. "Karena letak jalan makan dan jalan napas (kerongkongan dan tenggorokan) berdekatan. Bila terjadi benda tertelan dan masuk jalan makan sehingga jalan napas jadi tertekan,".
Jika terjadi benda masuk ke dalam tenggorokan, masukkan jari Anda ke dinding belakang tenggorokan. Usahakan untuk mencungkil benda tersebut agar keluar. "Atau pukul tengkuk keras-keras agar benda bisa keluar. Biasanya benda yang menyumbat tadi akan terlempar keluar dengan cara ini,".
Cara lain dapat dilakukan adalah dengan memeluk anak dari arah belakang. Kepalkan tangan Anda di bawah ujung tulang dada dan telapak tangan yang lain di atasnya. Bengkokkan punggung anak ke depan dengan posisi kepala menggantung. Tekan dan dorong perut anak kuat-kuat dan menyentak yang cepat dengan arah menyerong 45 derajat. Gunakan kepalan tangan tapi jangan sampai menekan tulang iganya.

5.      Benda asing masuk mata
Bila mata anak kemasukan benda asing, misalnya debu, mata akan berair dan berwarna merah. Terasa gatal dan sakit. Anda bisa memintanya untuk mengedipkan mata, mungkin benda tersebut akan keluar dengan sendirinya bersama air mata, ketika ia menangis. Atau bisa juga menggunakan obat tetes mata.
Bila benda asing yang masuk tadi terlihat bergerak bebas, bisa dibersihkan dengan saputangan yang bersih. Mintalah anak melihat ke atas dan kelopak matanya ditarik ke bawah untuk melihat bendanya. Lalu bersihkan dengan kapas atau ujung saputangan bersih. Jika benda sudah keluar tapi anak masih merasa nyeri setelah satu dua jam, anak perlu berobat ke dokter.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah tuangkan air dalam baskom. Lalu celupkan mata anak ke dalamnya. Mungkin bendanya bisa keluar. Tapi ingat, jangan melakukan apa pun jika benda tertancap di dalam mata. Tutup mata dengan kasa atau sapu tangan bersih lalu diplester dan segera bawa ke rumah sakit terdekat.
Bila mata si kecil tiba-tiba kelilipan, secara spontan biasa-nya kita ngotot memintanya membelalakkan matanya agar kita bisa meniup matanya. Tentu saja dengan harapan benda asing yang masuk ke matanya segera keluar akibat tiupan kita. Padahal cara ini tak efektif karena entah debu, pasir, atau benda asing lain yang masuk ke matanya mungkin saja masih tetap bersarang di tempat semula.
Sebenarnya secara alamiah bila benda asing tersebut tergolong kecil sekali / sangat halus, secara otomatis mata akan mengeluarkannya bersamaan dengan air mata yang keluar lebih banyak dari biasanya. Atau cukup dengan mengedipkan- edipkan mata secara berulang, kotoran superhalus tadi akan segera hengkang dari mata. Namun, cara- cara ini tak mempan untuk mengusir benda asing yang agak besar. Padahal kalau didiamkan saja, pastilah mata terasa gatal dan perih yang membuat si anak semakin rewel.
Cara untuk mengatasinya adalah :
a)      Yang paling penting, jangan mengucek-ucek mata, meski sebelumnya sudah cuci tangan. Apalagi bila jari tangannya kotor karena justru akan menyebabkan iritasi di selaput atau kelopak mata. Ujung-ujungnya, mata malah bengkak dan jadi merah.
b)      Bersihkan benda asing yang ada kelopak mata dengan menotolkan kapas steril yang sudah dibasahi air matang. Kapas jangan ditekan atau diseka karena akibatnya benda asing itu dapat menggores permukaan bola mata.
c)      Dapat juga dengan cara membenamkan mata ke dalam gelas yang berisi air matang lalu kedip-kedipkan mata selama berada dalam air.
d)      Obat tetes mata yang dijual bebas boleh digunakan. Tapi jangan melebihi tiga kali pemakaian karena dikhawatirkan menimbulkan peradangan/iritasi berkelanjutan. Obat tetes mata umumnya berfungsi untuk mengurangi iritasi. Perlu diketahui, obat tetes mata mengandung bahan kimia yang bersifat asam sehingga bisa menimbulkan rasa pedih.
e)      Jika tak menunjukkan tanda-tanda membaik, sebaiknya lekas berkonsultasi dengan dokter mata agar bisa segera diatasi.

6.      Benda asing masuk kulit
Jika tiba-tiba anak berjalan terpincang-pincang, mungkin terkena serpihan sesuatu yang masuk ke dalam kulitnya. Bisa serpihan kayu, logam, kaca, duri atau bulu binatang yang bisa menancap di kulit. Bila serpihan yang masuk menyebabkan luka yang dalam, terutama jika darahnya sedikit, dapat menyebabkan infeksi tetanus. Lakukan pertolongan pertama dengan bertanya pada anak, benda apa yang terbenam di kulitnya. Bila serpihan itu bukan kaca dan ujungnya menancap, keluarkan dengan pinset.
Panaskan pinset dengan api. Dinginkan dulu sebelum digunakan. Alihkan perhatiannya saat serpihan tersebut dikeluarkan, agar mengurangi rasa sakit. Bisa juga dikeluarkan dengan ujung peniti, bila letaknya di bawah kulit. Olesi betadine, lalu lukai kulitnya sedikit, atau digesek dengan ujung peniti. Kemudian keluarkan atau cabut serpihan benda tersebut. Setelah itu bersihkan dengan antiseptik. Sebaiknya jangan dibalut dengan plester. Bila yang masuk ke dalam kulit itu serpihan kaca sehingga dagingnya terluka, maka perlu segera bantuan tenaga medis.
Benda asing yang masuk ke kulit bisa terjadi ketika benda amat kecil masuk ke dalam jaringan kulit hingga menimbulkan rasa nyeri dan tak nyaman. Benda amat kecil tersebut bisa berupa serpihan ranting, lidi, potongan kuku, pecahan gelas dan sebagainya.
Penanganannya sebagai berikut :
a)      Bersihkan area sekitar kesusupan dengan sabun dan air hangat.
b)      Sterilkan sebuah penjepit/ pinset dengan melewatkannya di atas api.
c)      Biarkan penjepit dingin dengan sendirinya. Jangan menyentuh ujungnya atau melapnya.
d)      Tekan bagian yang kesusupan dengan penjepit sampai ujung serpihan muncul ke permukaan kulit. Tarik serpihan keluar menggunakan penjepit.
e)      Setelah benda keluar, tekan area luka agar darah keluar sedikit yang berfungsi mendorong keluar kotoran yang tersisa sekaligus mencucinya.
f)       Sesudah itu, cucilah area luka dengan air bersih lalu keringkan dan tutup dengan plester.
g)      Cara lainnya, dengan menempelkan plester pada kulit yang tertancap duri halus, kemudian plester dicabut dengan cepat. Lakukan berulang-ulang sampai duri/bulu halus tercabut semua.
h)      Bila si kecil belum terlindungi dari ancaman tetanus, segera bawa ke dokter. Begitu pula bila benda yang masuk ke dalam kulit tidak dapat keluar atau malah patah di dalam.

Tidak ada komentar: